Langkah – langkah dalam menyeleksi dan memilih sistem dapat dilakukan oleh
analis sistem sebagai berikut :
1. Memilih penyedia teknologi
Kebutuhan dari teknologi sistem dapat dikelompokan dalam empat kategori
sebagai berikut :
a) Perangkat keras yang sifatnya umum
b) Perangkat keras yang spesifik untuk suatu aplikasi
c) Perangkat lunak yang sifatnya umum
d) Perangkat lunak yang spesifik untuk suatu aplikasi
2. Meminta proposal dari penjual
Jika terdapat beberapa penyedia produk dan jasa yang mungkin dapat
memenuhi kebutuhan dari sistem dan tidak semua penyedia teknologi ini
akan dipilh, maka analis sistem perlu meminta proposal dari semua
penyedia teknologi yang dipilih ini.
Evaluasi proposal dari vendor :
1. Desk Checking Proposal Element
2. Technical Performance Criteria Comparisons
• Software Technical Performance Criteria Comparisons
• Software Technical Performance Criteria Comparisons
3. General Performance Criteria Comparisons
4. Benchmark & Simulation Test
5. Single Vendor vs Multiple Vendor
6. Price & Contract Negotiations
7. Acquisition & Financing Methods
8. Cost Effectiveness Analysis of GSD Alts
3. Menyaring penjual
analis sistem sebagai berikut :
1. Memilih penyedia teknologi
Kebutuhan dari teknologi sistem dapat dikelompokan dalam empat kategori
sebagai berikut :
a) Perangkat keras yang sifatnya umum
b) Perangkat keras yang spesifik untuk suatu aplikasi
c) Perangkat lunak yang sifatnya umum
d) Perangkat lunak yang spesifik untuk suatu aplikasi
2. Meminta proposal dari penjual
Jika terdapat beberapa penyedia produk dan jasa yang mungkin dapat
memenuhi kebutuhan dari sistem dan tidak semua penyedia teknologi ini
akan dipilh, maka analis sistem perlu meminta proposal dari semua
penyedia teknologi yang dipilih ini.
Evaluasi proposal dari vendor :
1. Desk Checking Proposal Element
2. Technical Performance Criteria Comparisons
• Software Technical Performance Criteria Comparisons
• Software Technical Performance Criteria Comparisons
3. General Performance Criteria Comparisons
4. Benchmark & Simulation Test
5. Single Vendor vs Multiple Vendor
6. Price & Contract Negotiations
7. Acquisition & Financing Methods
8. Cost Effectiveness Analysis of GSD Alts
3. Menyaring penjual
Tidak semua proposal yang masuk akan dievaluasi semuanya. Hanya proposal yang memenuhi syarat saja yang akan dievaluasi. Proposal yang tidak memenuhi syarat adalah proposal yang tidak sesuai dengan yang diinginkan di RFP. Oleh karena itu, semua proposal yang masuk perlu diperiksa terlebih dahulu untuk menentukan penjual mana yang memenuhi syarat. Demo ini disebut juga dengan istilah benchmark. Kinerja dari benchmark menunjukan indikasi sejauh mana perangkat keras atau perangkat lunak telah berfungsi sesuai dengan yang dibutuhkan.
Benchmark merupakan teknik pengetesan yang terbatas. Teknik ini tidak mencerminkan semua kebutuhan yang diinginkan, hanya terbatas pada pengetesan kecepatan saja. Faktor – faktor lainnya yang perlu dipertimbangkan adalah ujud dari perangkat kerasnya, modelnya, Wujud tampilan perangkat lunak, kemudahan operasi perangkat lunak, dukungan purna jual dan lain sebagainya.
4. Mengevaluasi penjual yang lolos saringan
Proposal yang telah lolos saringan lebih lanjut perlu dibandingkan satu dengan yang lainnya dan diranking untuk menentukan penjual mana yang direkomendasi. Sebelum melakukan ini, perlu ditetapkan terlebih dahulu kriteria evaluasi yang akan dilakukan dan cara pemberian nilainya, supaya evaluasi ini tidak bias. Analis tingkat tertimbang merupakan teknik yang dapat digunakan untuk mengevaluasi proposal. Teknik ini menggunakan penimbang atau bobot untuk masing – masing faktor yang akan dinilai.
5. Membuat kontrak
Tujuan kontrak adalah untuk membuktikan siapa yang bersalah jika terjadi perselisihan atau beda pendapat dikemudian hari dan tindakan – tindakan apa saja yang harus dilakukan.
Hal yang perlu tercantum di kontrak :
1. Jaminan garansi kerja
2. Kewajiban-kewajiban akibat putus kontrak
3. Penalti jika terjadi kegagalan
4. Cara pembayaran
5. Pengaturan-pengaturan lain
Comments
Post a Comment